dalam bahasa dan lafaz yang lahir dari rasa..hakikat diri seorang hamba..dari pencinta yang mencari cinta..
Friday, October 30, 2009
buatmu teman-teman
akusedihdankecewadenganmanusiawi
aku bercinta dengan kepercayaan,
aku bercinta dengan ketulusan,
namun akhirnya,
kejujuran...
kepercayaan,
ketulusan hati ku,
dirobek dengan penuh penderitaan,
mungkin tuhan ingin melihatku,
dalam jisim yang baru,
sedang aku dulu syirik padanya,
kerna terlalu bergantung pada hambanya yang bisu,
menyatakan hakikat cinta aku,
sekarang,
aku sedang merasakan penderitaan,
kesengsaraan,
sedang dalam itu ku cuba merasakan ketenangan,
akhir kataku buatmu tuhan,
kuserahkan segala ketentuan,
tunjukkan aku jalan...
Tuesday, October 20, 2009
vioheart
malap,
suram tak bercahaya,
mula mencari jalan keluar,
sedang aku diheret oleh akal dan nafsu,
diri sendiri,
keliru membedakan cinta dan dusta,
dan kedengaran gesekan viola sumbang,
irama tak sekata,
bunyinya haru biru,
membinasa rasa,
sedang itu lagu yang ku dengari dahulu,
ku puja selalu,
dan sekarang memekakkan telingaku,
membutakan hatiku,
mengaburkan pandanganku,
mematikan jiwaku.
Monday, October 19, 2009
segumpal hati
nada sendu,
nada siksa,
mungkin sunyi,
dan aku cuba mencari teman sejati,
berlari,
kesana kemari,
mengejar hakiki palsu rasa,
binasa dan terus binasa,
ia sebati menjadi darah daging,
segumpal hati,
dan aku...sepi,
cuba mengemis kembali kasih illahi.
Sunday, October 18, 2009
Thursday, October 15, 2009
akusukadia
Aku adalah Dia yang kucinta dan
Dia yang kucinta adalah aku
Kami adalah dua jiwa yang bertempat dalam satu tubuh.
Jika engkau lihat aku, engkau lihat Dia,
dan jika engkau lihat Dia, engkau lihat aku
Maha suci zat yang sifat kemanusiaan-Nya,
membukakan rahasia cahaya ketuhanan-Nya yang gemilang.
Kemudian kelihatan baginya mahluk-Nya,
dengan nyata dalam bentuk manusia yang makan dan minum
Jiwa-Mu disatukan dengan jiwaku,
sebagaimana anggur disatukan dengan air murni.
Jika sesuatu menyentuh Engkau,
ia meyentuhku pula,
dan ketika itu dalam tiap hal Engkau adalah aku.
Aku adalah rahasia Yang Maha Benar,
dan bukanlah Yang Maha Benar itu aku
Aku hanya satu dari yang benar, maka bedakanlah antara kami.
Sebelumnya tidak mendahului-Nya, setelah
tidak menyela-Nya, daripada tidak
bersaing dengan Dia dalam hal
keterdahuluan, dari tidak sesuai dengan Dia,
ketidak menyatu dengan dia, Dia tidak mendiami Dia,
kala tidak menghentikan Dia, jika tidak berunding dengan Dia,
atas tidak membayangi Dia,dibawah tidak menyangga Dia, sebaliknya tidak menghadapi-Nya, dengan tidak menekan Dia, dibalik tidak mengikat Dia,
didepan tidak membatasi Dia, terdahulu tidak memameri Dia,
dibelakang tidak membuat Dia luruh, semua tidak menyatukan Dia,
ada tidak memunculkan Dia, tidak ada tidak membuat Dia lenyap, penyembunyian
tidak menyelubungi Dia, pra-eksistensi-Nya mendahului waktu, adanya Dia
mendahului yang belum ada, kekalahan-Nya mendahului adanya batas.
Di dalam kemuliaan tiada aku,
atau Engkau atau kita,
Aku, Kita, Engkau dan Dia seluruhnya menyatu.
aku pernah menjadikan mansur al-halaj sebagai mentorku dalam soal pemikiran hakikat ketuhanan, namun beberapa kitab yang ku baca mula memeningkan dan aku mengambil jalan untuk tidak terlalu terpengaruh dan berpegang teguh pada al-quran dan sunnah, cuma disebalik si halaj,ada kisah yang sangat menarik yang membuat aku mengalirkan air mata.aku sertakan puisi ini untuk kalian melihat dan merenung diri, adakah kita mengenal Allah dan jika ada kekeliruan, persoalkan dan aku akan cuba membantu atau kalian perlu berusaha sendiri untuk mengetahui hakikat dan riwayat si penulis puisi ini.

